Informasi Destinasi Pariwisata Indonesia

Minggu, 17 September 2017

Refleksi di Balik Kemenangan Video "Wonderful Indonesia" di Kompetisi UNWTO



Setelah Pulau Komodo berhasil masuk dalam daftar Top Ten Best Destinations Around the World in Four Seasons 2017 versi majalah National Geographic, satu lagi berita yang membanggakan dari dunia pariwisata Indonesia yakni, video promosi wisata Indonesia yang disertakan dalam kompetisi United Nations World Tourism Organization (UNWTO) memenangkan dua penghargaan sekaligus!

Menurut berita yang dilansir Kompas.com, video bertajuk "Wonderful Indonesia: The Journey to A Wonderful World" itu memenangkan kategori "Video Pariwisata Terbaik Kawasan Asia Timur & Pasifik" dan juga "People Choice Award".

Saya sendiri, setelah membaca artikel yang ditulis oleh Mbak Gaganawati Stegmann beberapa waktu yang lalu, langsung meluncur ke website yang ditunjuk untuk ikutan vote. Dan saya tidak menyangka, ternyata Indonesia mampu memenangkan salah satu kategori yang dikompetisikan! Walaupun hanya berupa video promosi pariwisata, saya langsung merasa bangga sebagai warga Indonesia! Cieilehh..

Jujur saja, meskipun dalam beberapa aspek kadang saya merasa minder dengan Indonesia, tapi untuk urusan pariwisata dan keindahan alam Indonesia, saya tidak pernah tidak merasa bangga. Dan meskipun saya belum pernah menginjak wilayah Indonesia Timur, saya yakin keindahannya tiada tara.

Indonesia boleh dibilang memiliki hampir seluruh aspek-aspek keindahan eksotis. Alamnya, lautnya, gunungnya, flora dan faunanya, budayanya, orang-orangnya, semuanya luar biasa. Apalagi semuanya itu terbentang di 33 provinsi dari Sabang sampai Merauke. Kebayang dong, berapa banyak keragamannya? Coba sebutkan, negara mana yang punya keragaman sebanyak Indonesia?

Memang perlu diakui, bahwa wilayah Indonesia belum sepenuhnya bisa dijangkau turis lokal maupun mancanegara dengan maksimal, mengingat masih banyak wilayah-wilayahnya yang terpencil dan belum ter-explore seratus persen. Dan sayangnya, justru tempat-tempat yang terpencil dan belum terjamah itulah yang memiliki pemandangan yang luar biasa. Sebagai contoh, wilayah Indonesia Timur.

Boleh dibilang akses wisata di wilayah Indonesia Timur masih banyak yang terbatas untuk ditembus kendaraan, sehingga tak sedikit tempat yang terpaksa harus dicapai dengan berjalan kaki. Ibarat kata, hanya mereka-mereka yang kuat mental dan fisik saja yang berani mengeksplorasi tempat-tempat eksotis yang baru. Mereka-mereka yang punya gaya travelling mewah dan santai, jelas kurang cocok untuk menjalani tipe jalan-jalan seperti ini. Sehingga masih banyak juga masyarakat Indonesia yang akhirnya lebih memilih travelling ke luar negeri.

Selain itu, karena akses kendaraannya terbatas, biaya yang diperlukan untuk sampai ke sana pun luar biasa tinggi, terutama tiket pesawat. Maka sekali lagi tak heran, masyarakat Indonesia lebih memilih membuang uangnya ke pariwisata di luar Indonesia. Ibarat kata, tiket PP Jakarta -- Raja Ampat sudah bisa dipakai untuk tiket PP plus hotel plus foya-foya di Singapura, plus cap imigrasi di paspor.

Dalam setahun, saya seringkali melihat event promosi pariwisata (travel fair) dari perusahaan-perusahaan tour & travel maupun maskapai penerbangan baik nasional maupun internasional. Dan event travel fair itu tidak pernah sepi pengunjung. Bahkan orang rela antre sejak subuh demi mendapatkan tiket promo ke berbagai tempat wisata. Namun lagi-lagi sayang, tiket-tiket promo macam itu lebih banyak dialokasikan untuk destinasi-destinasi mancanegara ketimbang domestik.

Meskipun beberapa paket promo yang ditawarkan ada yang ditujukan untuk wisata ke Indonesia Timur, tetap saja harga untuk paket promo yang ditawarkan ke luar negeri jauh lebih murah. Bahkan menurut beberapa traveler terkenal Indonesia yang sudah melanglang buana ala backapacker ke seluruh dunia, tetap mengakui bahwa harga tiket pesawat dan transportasi ke Indonesia Timur masih tergolong mahal.

Jadi, menurut hemat saya, alangkah lebih baiknya jika program promo tiket-tiket pesawat ke Indonesia Timur diperbanyak, begitu juga biaya transportasi di sana. Paling tidak, orang-orang tergiur untuk pergi dulu ke sana. Masalah biaya akomodasi dan makan di sana bisa dipikirkan nanti. Kalau harga tiketnya saja sudah sangat mahal, bagaimana orang 'berani' menggesek kartu kredit mereka untuk membeli tiket pesawat?

Dalam video tadi, lagu "What a Wonderful World"-nya Louis Armstrong yang dijadikan soundtrack, betul-betul membuat saya merinding. Sangat mewakili tagline pariwisata kita: Wonderful Indonesia. Dalam video itu berbagai destinasi unggulan Indonesia dipamerkan, mulai dari Jakarta, Yogyakarta, Bali, Lombok, Wakatobi, Toraja dan Raja Ampat. Untuk video-nya bisa dilihat di sini. 

Harapan saya, semoga Kementerian Pariwisata bisa lebih banyak melaksanakan program promosi ke Indonesia Timur, sehingga wilayah timur sana tidak hanya beken di kalangan turis mancanegara, tapi juga turis lokal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar